spacer.png, 0 kB

GALERI

UPDATE DATA






ONLINE YAHOO


GURU PEMBIMBING


ADMINISTRATOR


OPERATOR 1


OPERATOR 2


OPERATOR 3

KOMENTAR ANDA


spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Utama arrow Diskusi 16
Diskusi 16 PDF Print E-mail
Written by Admin   
Tuesday, 19 August 2008
Wa'alaikum salam wr. wb.

Jawaban Pak Guru akan coba saya wakilkan...

Kalau boleh saya tau, posisi anda berada dimana sekarang?

==> Adakah mempelajari mengenal diri atau mengenali hakikat insan itu sudah cukupkah kita disisi 'Allah' atau mengenalinya ?

Mengenal diri atau mengenal hakikat insan, tidak bisa dipelajari sendiri atau lewat buku-buku literatur....ini namanya bukan belajar, tapi menuntut ILMU. Anda wajib berguru kepada Guru Mursyid untuk memperoleh ILMU nya.

"Kenalilah dirimu ! maka engkau akan kenal Tuhanmu" (Hadits Nabi)

Bagaimana caranya agar kita bisa mengenal diri, berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan Hadits?
Caranya:
"Tunjukilah kami jalan yang lurus" (QS. Al-Fatihah 6)
"Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya)" (QS. Al-Hijr 41)
"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar" (QS. AL-Israa' 9)
"Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus,(yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik." (QS. Al-An'aam 161)

Syarat awalnya MUTLAQ anda harus di tunjukan dulu jalan yang LURUS. Sebagaimana hal Nabi Muhammad SAW di tunjukan oleh Malaikat JIBRIL AS. Sedangkan kita Manusia Biasa ditunjukan oleh Guru atau ULAMA, sebab ULAMA pewaris para NABI.

Pada Nabi disebut WAHYU pada kita Manusia biasa disebut ILHAM
Pada Nabi disebut MU'JIZAT pada kita Manusia Biasa disebut BUKTI KEBENARAN

Dengan cara melakukan perjanjian atau angkat sumpah diatas Al-Qur'an atau Bai'at atau tawadju
"Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah?" (QS. Maryam 78)
"(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian" (QS. Ar-Ra'd 20)
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (QS. Al-A'raf 172)
"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat." (QS. An-Nahl 91)

Pertanyaan berikutnya, apa alatnya supaya anda dapat mengenal diri anda?
Apakah alat itu bisa berupa tulisan dan bacaan2? Ilutrasinya sbb:
Berangkatlah ke KALIMANTAN dengan Pesawat Terbang, dan jangan dengan tulisan dan bacaan Pesawat Terbang yang anda tulis dan anda baca berulang-ulang. Itu tidak akan pernah bisa sampai...., langsung naik dengan Pesawat Terbangnya baru akan bisa sampai.

Nah sekarang pertanyaannya Pesawat Terbang yang bagaimana? itulah yang disebut dengan "Kitab Allah" atau Al-Furqan atau Asma' Allah atau Satu huruf Al-Qur'an didalam Jiwa

"Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Qs. Al-maidah 16)

"Awaluddin makrifatullah (awal-awal agama ialah mengenal ALLAH)" (Hadist nabi)
"Aku (Allah) ada pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. Adz. Dzariat 21)

==> Sholat yang kita lakukan adakah sama disisi sholat umum?

Jelas Berbeda....
1. Apakah mungkin Tata cara shalat kita sama dengan Anak kecil atau orang mua'alaf?
2. Rukun Shalat mengatakan Niat dulu baru berdiri, dan bukannya berdiri dulu baru Niat, dan kalau sudah berdiri langsung Takbiratul Ihram tidak ada bacaan2 lagi....
3. "Tidak sah shalat jika tidak hadir QALBU" (Hadits Nabi), nah pertanyaannya bagaimana cara menghadirkan QALBU? Apakah QALBU itu bisa hadir begitu saja?
4. Shalat itu berkekalan atau 24 jam, plus penjahiran Shubuh, Juhur, Ashar, Maghrib dan Isya'
( "Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya QS. Al-Ma'rij 23) jika tidak 24 jam, maka manusia itu dapat dengan mudah dipengaruhi oleh IBLIS - JIN dan SYETAN sehingga jangan heran jika ada orang yang mengaku beriman lalu bisa di SANTET, KESURUPAN, takut dengan kuburan atau tempat2 dan benda2 keramat lainnya.
5. Yang dipanggil oleh Allah SWT itu adalah Batin atau Ruhani kita yg SUCI dan bukan JASAD atau Jahir kita yang BERSIH. lalu mengapa yang beribadah selama ini adalah JASAD kita?
6. Sabda Nabi, Shalat itu bukalah mata, kebanyakan orang salah dalam memaknai hadits ini, yang dibuka bukanlah mata jasad tapi mata batin, dan jika matan batin dibuka maka mata jasad di tutup. Apakah mungkin kita shalat mengadap Allah SWT yang GHAIB mata jasad kita dibuka sambil memelototi sajadah?
7. Apakah Rumah Allah itu MASJID ? Apakah Kitab Allah itu Al-Qur'an 30 zuz?
8. Kalau memang dengan mengucap 2 kalimat syahadat sebagai tolak ukur kita sudah masuk ISLAM atau belum, pertanyaannya bagaimana caranya orang BISU bersyahadat? lalu kita yang ISLAM keturunan kapan sebenarnya bersyahadat? kan kita langsung Shalat? Lalu apa hakikat syahadat yang sesungguhnya?

==> "Adakah sholat "kusuk" itu?
Tentu ada, dan perlu di INGAT dan di FAHAMI dan di MENGERTI juga di RENUNGKAN oleh anda, bahwa sesungguhnya JASAD atau JAHIR ini tidak akan pernah bisa Khusuk, sebab:

- Jasad ini tempatnya lalai
- Jasad ini benda mati atau batil,
- Jasad ini lahaula wala (tidak ada daya dan upaya)
- Jasad ini hanyalah dilihat olah MANUSA saja

- Khusuk itu ada pada Diri Batin kita atau Ruhani kita (setelah ditunjukan jalan yang LURUS)
- Diri batin atau rohani ini HIDUP
- Diri batin atau rohani ini adalah HAQ
- Diri batin atau rohani ini adalah Kuawata ila bilah (maha kuat)
- Diri batin atau rohani ini yang dilihat atau dipandang oleh ALLAH SWT

==> Kalau ada bagaimana bisa mendapatkannya?
Anda harus berguru kepada Guru Mursyid, untuk memperoleh ILMUnya.

----- Forwarded message from This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it -----
Date: Tue, 19 Aug 2008 01:53:05 +0700
From:xxx < This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it >
Reply-To: xxx < This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it >
Subject: Admin: pertanyaan
To: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

This is an enquiry e-mail via http://ismulhaq.com/ind from:
xxx < This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it >

"Assalammualaikum"

Saya ingin menanyakan pertaayaan adakah mempelajari mengenal diri atau mengenali hakikat insan itu sudah cukupkah kita disisi 'Allah' atau mengenalinya dan sholat yang kita lakukan adakah sama disisi sholat umum.dan memang adakah sholat "kusuk" itu.kalau ada bagaimana bisa mendapatkannya?



----- End forwarded message -----
Last Updated ( Tuesday, 19 August 2008 )
 
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB